Showing posts with label FF. Show all posts
Showing posts with label FF. Show all posts

Thursday, July 14, 2011

FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul, ep. 9

FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul
Cast :     Han Eun Jung a.k.a. Eunjung
                Lee Tae Min a.k.a. Taemin
Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
                Kim Ki Bum a.k.a. Key
                Lee Jin Ki a.k.a. Onew
                Choi Min Ho a.k.a. Minho


Minho POV
Aku terbangun dan mendapati lampu kamarku sudah menyala. Padahal saat aku tidur tadi sudah kumatikan. Siapa yang menyalakannya ya? Perlahan aku pun bangkit dari kasurku.
Aku baru saja keluar dari kamarku saat aku mendengar suara vacuum cleaner. Ia melihat jam di dinding. Pukul 07.45 malam. Masa’ bibi masih ada di dorm sih? Biasanya kan ia pulang sore hari. Curiga, Minho pun mengendap-endap ke ruang tamu. Perlahan ia mengintip dari balik tembok antara dapur dan ruang tamu. Dan betapa terkejutnya ia.
Seorang gadis belia, mungkin sebaya dengan Taemin, sedang membersihkan ruang tamu mereka yang tadinya berantakan bekas pesta. Dia siapa ya? Rasanya aku pernah melihatnya. Tapi dimana? Penasaran, Minho pun menghampirinya.
“Mm, nona? Apa yang sedang kau lakukan disini?” ucapnya.
“Kyaaaa~!”  jerit gadis itu kaget sambil mengayunkan vacuum cleaner ke arahku. Hup! Untung refleksku bagus, sehingga masih bisa menangkapnya.
“Ah! Mian!” ucapnya sambil membungkuk berkali-kali. “Aku tadi kaget sekali, kukira tak ada orang disini.”
“Gwaenchana,” kataku. Setelah kuperhatikan dari dekat, ternyata ia masih memakai seragam sekolahnya. Berarti benar dugaanku, dia sebaya dengan Taemin.
“Ng.., kau siapa ya? Dan bagaimana kau bisa masuk kesini?” tanyaku.
“Ah, itu, aku…”
TING, TONG! TING, TONG!
“Kami pulang~!” seru Taemin dan Jonghyun sambil memasuki ruangan. Mereka menenteng beberapa plastik berukuran lumayan besar. Sepertinya mereka habis belanja.
“Ah, kalian sudah pulang,” sahutku menghampiri mereka dan membawakan belanjaan mereka.
“Gomawo, hyung,” ucap Taemin begitu aku membawakan belanjaannya. Ia lalu melihat ke arah gadis tadi. Dahinya mengerut. “Lho? Kau bukannya gadis yang waktu itu menabrakku? Tunggu, kalau tak salah… namamu Eunjung, kan?” tanya Taemin. Gadis itu pun mengangguk. “Kenapa kau ada disini?” tanya Taemin lagi.
Kini giliran dahiku yang berkerut. “Tunggu dulu,” selaku, “kau sudah mengenalnya, Taemin?”
Taemin mengangguk. “Hyung juga pernah bertemu dengannya, kok!” ujar Taemin, memandang kedua hyungnya yang sedang bingung. “Masa’ lupa sih? ck, begini. Ingat waktu kita syuting CF di SMA di dekat sini? Waktu itu kita datang terlalu pagi dan dikejar-kejar oleh siswi sekolah itu, lalu kita bertemu di gudang penyimpanan saat bersembunyi. Waktu itu kan Eunjung bersama kita!”
Aku terkesiap. “Ooh, yang itu,” gumamku. Sementara itu Jonghyun hyung mengangguk-angguk, sepertinya ia juga ingat.
“Kau yang waktu itu menggigit tangan Minho kan?” ucap Jonghyun hyung yang langsung membuat pipi Eunjung merona.
“Hyung, kenapa malah hal itu yang kau ingat?” kataku.
“Maaf, hehe,” jawabnya sambil nyengir kuda.
“Hei! Dorm kita sudah bersih! Siapa yang telah membersihkannya?” seru Taemin tiba-tiba.
“Eunjung,” jawabku spontan.
“Hah?! Sendirian? Untuk apa?” pekik Taemin.
“Oh, ya. Dan kenapa kau bisa ada disini malam in?” tanya Jonghyun.
“Mmm, itu~”
“Bagaimana kalau kita duduk dulu? Baru kita mendengarkan cerita Eunjung,” saranku.
“Baiklah,” gumam Jonghyun. Ia dan Taemin langsung melupakan belanjaan mereka dan mulai duduk dengan nyaman.
“Nah, Eunjung, ceritakanlah kenapa kau bisa berada di dorm malam ini,” ucapku.
Minho POV end

Sunday, July 3, 2011

FF#4/ Harmonic Chords Love, ep.6


FF#4/ Harmonic Chords Love
Cast :   Jung Seung Ri a.k.a. Seungri
            Lee Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
            Henry Lau a.k.a. Henry
Seungri POV
“Noona~!” panggil Henry keras sekali. Astaga, si Henry ini benar-benar deh! Kampus sedang ramai-ramainya begini, tapi dia malah teriak-teriak seperti anak SD. Aku langsung menghentikan langkahku dan menundukkan wajahku, tak sanggup memandang wajah teman-temanku. Walaupun sudah hampir 1 bulan aku kuliah disini, para mahasiswi itu tetap saja belum bisa membiarkanku tanpa tatapan sinis dari mereka. Terutama jika Henry berada di dekatku.
Dan hampir setiap saat Henry berada di dekatku.
Mau bagaimana lagi? Jurusan kami sama, sama-sama jurusan seni. Program studi kami pun sama, jadi kami pun sering sekelas. Dan karena sifat Henry yang agak kekanakan, membuatku yang anak tunggal ini merasa nyaman di dekatnya. Mungkin Henry pun merasa demikian.
“Hei!” panggil Henry sambil menepuk bahuku keras begitu tiba di sampingku. “Kenapa melamun, noona?”
“Aw!” pekikku sambil mengusap-usap bahuku. Lumayan sakit juga.
“Ah! Mianhae,” ucap Henry cepat menyadari aku kesakitan.
“Gwaenchana,” kataku. “Ada apa sih? Kenapa kau semangat sekali?”
“Noona belum tahu? Kampus kita akan mengadakan konser amal, dan semua mahasiswa dari jurusan kita boleh menampilkan apapun untuk itu. Yaaahh, dengan izin ketua umumnya tentu saja,” ujarnya. “Bagaimana? Noona tertarik? Ayo, kita tampilkan sesuatu noona!” ajak Henry bersemangat.
“Mwo? Kita berdua?” seruku kaget. Si Henry ini benar-benar penuh kejutan.
“Iya, memangnya kenapa? Noona tidak ingin bernyanyi denganku?” tanyanya kecewa.
“Bukan begitu,” jawabku cepat. “Hanya saja…”
“Hanya saja?” pancing Henry.
“…” aku terdiam, bingung mau menjawab apa. Aku takut kalau aku bernyanyi bersama Henry di konser itu, pasti teman-temanku akan tambah membenciku. Lagipula aku tidak terlalu percaya diri dengan suaraku. Ini penampilan pertamaku di depan umum, jadinya aku agak ragu. Waktu jaman SMP atau SMA sih, aku sering bernyanyi di depan kelas. Tapi ini beda. Penontonnya benar-benar dari masayarakat umum.
“Kenapa? Noona tidak mau ya?” tanya Henry kecewa. Wajahnya langsung berubah 180 derajat dari sebelumnya. Aku jadi tidak tega melihatnya.
“Tidak kok!” kataku sambil menepuk pelan punggungnya, berusaha mengembalikan semangatnya. “Aku hanya belum yakin dengan diriku untuk tampil di depan umum seperti itu,” jelasku. Yaah, tidak sepenuhnya bohong juga sih.
“Tidak yakin bagaimana? Suara noona bagus, kok!” sahut Henry.
Dahiku berkerut. “Tahu dari mana kau suaraku bagus? Memangnya kau sudah mendengarku menyanyi?”
Seketika itu juga wajahya merona. “Noona jangan marah ya? Sebenarnya aku sudah pernah mendengar noona bernyanyi, hanya saja noona tidak menyadarinya,” ujarnya dengan malu-malu.
“Hah? Kapan?” tanyaku peasaran.
“Itu…” gumam Henry.
Henry’s flashback…

hehehe, mian ya, motongnya nanggung gini,^^
abis, lagi kering ide nih! baca kelanjutannya, ya? gomawo

FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul, ep.8



FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul
Cast :     Han Eun Jung a.k.a. Eunjung
                Lee Tae Min a.k.a. Taemin
Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
                Kim Ki Bum a.k.a. Key
                Lee Jin Ki a.k.a. Onew
                Choi Min Ho a.k.a. Minho
Author POV
“Oooohh.., jadi begitu ceritanya,” gumam Key sambil mengagguk-anggukkan kepalanya.
“Hhhhh, akhirnya mengerti juga,” gumam Eunjung, setengah lelah, setengah kesal. Tidak mudah menjelaskan kejadian hari ini pada Key oppa. Eunjung harus menjawab banyak sekali pertayaan darinya sebelum ia percaya pada ceritanya.
Lebih baik aku segera pergi dari sini, pikirnya. “Ng, kalau begitu aku..” ucap Eunjung mengambang, terpotong oleh dering ponsel Key. “Ah, tunggu sebentar,” sela Key, segera keluar ruangan itu untuk menjawab teleponnya.
“Tapi aku~” cuma mau pamit, “hhhhh, kapan aku bisa pulang?” desah Eunjung lemas. Ia pun hanya bisa terduduk lemas di sofa ruang tamu itu. Mau tak mau, ia tertarik juga oleh dorm ini. Kapan lagi ia bisa masuk kesini?
Benar juga kata Onew oppa, pikirnya. Dorm in berantakan sekali! Padahal biasanya kan, rapi (aku tahu dari Shinmi). Terbayang olehnya suasana pesta yang barusan berlangsung disini. Pasti meriah sekali (dan dalam kasus Onew, berisik).
“Hyung! Bagun, hyung! Malam in kan kita harus mengisi acara…” seru Key terdengar sayup-sayup dari  dalam kamar mereka. Dari nada suaranya, jelas sekali kalau Key sedang terburu-buru. Dan benar saja, tak sampai lima menit kemudian, Key sudah berhasil membawa Onew, yang masih setengah sadar, dengan tas selempang gaya tersampir di bahunya.
“Mmm, maaf sekali ya… ng, siapa namamu?” kata Key cepat sambil terus melihat jam tangannya.
“Eunjung,” jawab Eunjung cepat.
“Ah, Eunjung, maaf aku lupa,” ucapnya, “sepertinya aku da Onew hyung harus pergi sekarang (ia melihat jam tangannya lagi), ada acara penting yang harus kami hadiri. Kau jaga dorm in dulu ya?”
“MWO?! A,aku?! Tapi~” pekik Eunjung kaget.
“Tenang saja, sebentar lagi mereka juga datang,” sela Key sambil memakai sepatunya. “Aku pergi dulu.”
“Tu,tunggu dulu~!”
Blam! Terlambat, Key sudah pergi duluan. Bahkan saat Eunjung mencoba mengejar keluar, ia sudah tidak kelihatan. Aduuuh, bagaimana in?! Apa yang harus kulakukan?
Author POV end
Eunjung POV
Aku memasuki dorm itu lagi. Lain dengan sebelumnya, mendadak aku menjadi tidak semangat sama sekali. Bagaimana tidak? Berada sendirian di tempat asing (oke, in memang dorm boyband terkenal, tapi tetap saja asing buatku) yang berantakan seperti in, apanya yang bisa membuatmu senang?
“Hhhhh, apa yang harus kulakukan sekarang?” gumamku sambil memandang sekliling. Aku tidak duduk di sofa sekarang, melainkan di lantai yang berlapiskan karpet tebal lembut yang kini dipenuhi dengan berbagai barang bekas pesta; kaleng minuman bersoda, plastik bekas makanan, potongan pita-pita kecil, terompet yang sudah penyok (mungkin habis terinjak), dan masih banyak lagi. Tanganku yang tidak bisa diam, mulai iseng melemparkan kaleng-kaleng  bekas yang berada di dekatku ke tempat sampah. Dan semuanya masuk! Ha! Boleh juga lemparanku!
Tanpa kusadari aku mulai melempari semua kaleng bekas di ruangan itu. Dan saat semua kaleng sudah masuk ke tempat sampah, aku mulai menggumpalkan plastik-plastik bekas menjadi bola-bola kecil padat yang dengan mudah kulemparkan ke tempat sampah. Tak lama kemudian, aku kehabisan barang untuk dilemparkan. Dan saat itu aku menyadarinya; tanpa sadar aku sedang membersihkan dorm ini! Hmm, kenapa tidak dilanjutkan saja sekalian?
Kulihat vacuum cleaner tersandar di sudut ruangan itu. Dengan seringai lebar di wajahku, aku mulai membersihkan ruangan itu. Tidak lama, karena hanya tinggal menyedot potongan pita dan sisa makanan. Terakhir, aku mengelap meja tamu dengan tisu (yang juga terdapat di ruangan itu). Dan… tada! Dorm pun bersih kembali.
Aku tersenyum puas dengan hasil kerjaku. Mungkin ini hasil selama hidup sendiri kali ya? Hihihihi, tawaku puas dalam hati
Eunjung POV end


Saturday, July 2, 2011

FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul, ep.7

                FF#2/ Life, Love, and Friendship in Seoul
Cast :     Han Eun Jung a.k.a. Eunjung
                Lee Tae Min a.k.a. Taemin
 Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
                Kim Ki Bum a.k.a. Key
                Lee Jin Ki a.k.a. Onew
                Choi Min Ho a.k.a. Minho

Eunjung POV


Kutarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ya sudahlah, biarkan saja di beristirahat sebentar. 
Jadi beginilah aku beberapa menit kemudian. Duduk termenung memandangi matahari tenggelam dari atap gedung sekolahku. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku duduk disitu, yang kutahu tubuhku mulai pegal dan kakiku mulai kesemutan. Aku pun meregangkan tubuhku, dalam gerakan yang sangat terbatas karena Onew masih bersandar di bahuku.
Aku tersentak kaget saat tiba-tiba mendengar dering ponsel. Ternyata ponsel Onew. Dari cahaya screen ponselnya, aku tahu ponsel itu ada di saku jaketnya. Seketika itu juga terjadi pergolakan di dalam diriku.
Angkat tidak ya?
Ah, tidak bisa. Aku tidak boleh menggangu privasi orang.
Tapi nanti dia terbangun kalau tidak diangkat. Kan kasihan.
Tapi sepertinya dia nyenyak-nyenyak aja tuh!
Tapi… gimana kalau telfon ini penting?
“Aish!” desahku kesal. pada akhirnya, kuangkat juga telfon itu.
“YA, HYUNG! KENAPA LAMA SEKALI KAU BARU MENJAWAB TELFONKU?!” seru seorang namja dari seberang sana. Suaranya nyaring sekali, sampai aku harus menjauhkan ponsel Onew oppa dari telingaku. Pantas saja Onew oppa terlihat begitu lelah, ia dikelilingi orang yang ribut begini.
“Mianhae..” jawabku pelan. Mau tak mau aku agak takut juga. Aku jadi menyesal telah mengangkat telfon ini.
“Hah! Tumben kau langsung minta maaf, hyung? Biasanya…” kata namja itu lagi, “tunggu, kau siapa? Apa ini benar ponsel Onew hyung?” Setelah mulai tenang, aku bisa mengenali suaranya lagi sekarang. Key oppa.
“Ah, anio,” jawabku cepat, “eh, maksudku ne. Ini ponsel Onew oppa. Tapi sekarang dia sedang tidur, jadi…”
“MWO?!! Tidur? Maksudmu, kalian sedang~”
“Ani! Maksudku bukan ’tidur’ seperti itu,” selaku buru-buru. Hhhh, lama-lama tensi darahku bisa naik kalau terus berurusan dengan namja ini. Kuhembuskan nafas panjang agar lebih tenang sebelum melanjutkan. “Lebih baik sekarang kau datang saja kesini, biar kujelaskan nanti.”
“Baiklah, dimana kau?” kata Key langsung.
“Kau ingat sekolah tempat kalian syuting CF seminggu yang lalu? Pegilah kesana, aku dan Onew oppa ada di atap gedung utama,” ujarku.
“Atap gedung? Sedang apa kalian disana?” tanyanya lagi.
“Sudah, kesini saja. Nanti kujelaskan,” jawabku malas.
“Ok, aku segera kesana,” jawabnya dan, klik, sambungan pun terputus. Hhhhhh, kenapa masalahnya jadi runyam begini sih?
Eunjung POV end
Author POV
“Hyung!” seru Key begitu sampai di atap gedung sekolah itu.
“Aish! Mengagetkanku saja,”gumam Eunjung sambil mengurut dada. Ia menghembusakan nafas panjang sebelum melambaikan tangannya. “Oppa! Disini!” panggilnya. Key pun segera menghampirinya.
“Astaga.., kenapa dia bisa sampai seperti in?” gumam Key seraya menaikkan Onew ke punggungnya. Setelah Onew tersandar mantap di punggungnya, ia pun mulai berjalan meninggalkan tempat itu.
Apa?! Dia pergi begitu saja? Bahkan terima kasih pun tidak ia ucapkan! geram Eunjung dalam hati. Hhhhh, sudahlah, yang penting sudah selesai. Lebih baik aku pulag saja, pikirnya seraya mengambil tas sekolahnya.
 “Ya! Kenapa kau diam saja? Ayo ikut deganku! Kau masih hutang penjelasan denganku,” seru Key tiba-tiba. Ia langsung berhenti begitu menyadari kalau Eunjung tidak mengikutinya.
“Ah! Apa?” seru Eunjung kaget. “I,ikut oppa? Ke dorm SHInee?”
“Tentu saja! Memangnya kemana lagi?” seru Key kesal.
“Ah, baiklah. Aku ikut denganmu,” ujar Eunjung sambil menyusul Key di depannya. Wah, tak kusangka hari ini akan datang juga. Kukira keberuntunganku sudah habis, saat aku bertemu mereka sekaligus.  Apa kata Shinmi jika aku akan pergi ke dorm SHINee?
             Author POV end

Monday, June 27, 2011

FF#3/My Mysterious Girl, ep.1

FF#3/My Mysterious Girl
Cast :         Song Ji Young a.k.a. Jiyoung
        Na Jae Hyun a.k.a. Jaehyun
        Jay Kim a.k.a. Jay
        Cho Kyu Hyun a.k.a. Kyuhyun
        Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
        Cho Ji No a.k.a. Jino
Cameo : SM artists and managers
        Kang Jae Rim a.k.a. Jaerim (Jiyoung friend)
Jonghyun POV
Aish!” desis Jonghyun begitu keluar dari ruangan managernya. Ia sudah cukup kesal karena latihannya terganggu karena panggilan ini, ditambah lagi ia mendapat kabar yang membuat kekesalannya bertambah. Dengan penuh emosi ia membuka pintu ruang latihannya hingga menimbulkan bunyi nyaring. Para member SHINee yang sedang serius latihan pun terganggu karenanya.
“Ya! Jonghyun~ah! Kenapa kau?” seru Onew dari seberang ruangan, bingung dengan perubahan sikap dongsaengnya yang tiba-tiba.
“Tidak ada apa-apa, hyung,” jawab Jonghyun sambil mengikat tali sepatunya yang lepas.
“Mana kami percaya tidak ada apa-apa jika wajahmu saja sesuram itu?” lanjut Key ikut bicara.
“Memang benar-benar tidak ada apa-apa, Key” ulang Jonghyun penuh penekanan, “Sudahlah! Ayo lanjutkan latihan.”
“Pasti manager mengatakan sesuatu kan?” tebak Minho tak mau kalah. Mendengar ini Jonghyun langsung diam terpaku. Ia bingung mau jawab apa, jadilah ia diam saja. “Hah! Tebakanku benar!” seru Minho senang.
“Memangnya manager bilang apa hyung?” tanya Taemin.
“Ah, itu…” ucap Jonghyun menggantung. Para member memperhatikannya dengan seksama, menuggu kabar yang membuat mereka semua penasaran. Biasanya Onew yang akan dipanggil oleh manager jika ada kabar mengenai apapun yang menyangkut SHINee, karena ia leadernya. Tetapi sekarang malah Jonghyun yang dipanggil, reaksinya sangat tidak biasa pula. Jadilah mereka penasaran sekali.
“Aku malas membahasnya,” kata Jonghyun membuat para member lainnya langsung lemas.
“Ya! Kenapa tidak langsung kau katakana saja?!” seru Minho kesal.
“Apa sebenarnya yang terjadi sih, hyung?” tanya Taemin.
“Kita harus memberitahu semua kabar pada semua member jika itu menyangkut SHINee. Bukankah kita sudah berjanji?” ucap Onew.
“Kau harus memberitahu kami kabar itu sekesal apapun kau, atau jangan harap akan ada JongKey dimasa depan,” ancam Key dengan muka serius. Mendengar perkataan Key, para member malah tertawa, walaupun sudah mereka tahan sekuat tenaga. Suasana yang tadinya tegang, kini mulai mencair.
“Baiklah, baiklah. Aku akan cerita,” sahut Jonghyun menyerah diserang 4 namja sekaligus. “Jadi begini, …”
Jonghyun POV end
Kyuhyun POV
“Kenapa kau senyam-senyum sendiri?” tanya Yesung bingung melihat tingkah maknaenya. Yang ditanya malah tambah melebarkan senyumnya dan tidak menjawab. Kyuhyun pergi ke kamarnya. Ia ingin bercerita pada Sungmin terlebih dahulu tentang berita besar yang baru diterimanya. “Hyung! Apa kau melihat Sungmin hyung?” tanya Kyuhyun sambil mencari-cari Sungmin.
“Tidak. Aku tidak melihatnya seharian ini,” jawab Yesung. Kyuhyun pun mencoba mencarinya ke dapur. Disana ada Eunhyuk yang sedang asyik memperhatikan Ryeowook yang sedang memasak. “Hyung, apa kalian tahu diamana Sungmin hyung?” tanya Kyuhyun lagi. “Tidak,” jawab Eunhyuk dan Ryeowook serempak.
Kecewa, Kyuhyun pun kembali ke kamarnya dan merebahkan diri di tempat tidurnya. “Sungmin hyung, cepatlah pulang. Aku ingin cerita padamu,” gumam Kyuhyun sebelum ia jatuh tertidur.
Kyuhyun POV end

FF#7/Another Face, ep.1

FF#7/Another Face
Cast :     Kim Ji Hyun a.k.a. Jihyun
                 Kim Tae Yeon a.k.a. Taeyeon
                 Kim Hyeo Yeon a.k.a. Hyeoyeon
Cameo : SNSD’s members

Jihyun POV
Waktu sudah menunjukkan 1 dini hari dan aku masih berada di gedung sekolahku, terengah-engah di tengah dancing room. Sudah hampir setengah jam aku duduk diam seperti ini, tetapi keringat ini belum juga mongering. Tapi aku harus pulang, atau aku akan kesiangan besok. Aku bangkit dan mulai mengemasi barang-barangku.
Begitu sampai di rumah, kubuka pintu rumahku sepelan mungkin. Sambil menenteng tasku yang berisi baju dan sepatu latihanku, aku memasuki rumahku sambil berjingkat-jingkat. Berusaha tidak menimbulkan sekecilpun suara.
Klontang! Kaleng kola kosong jatuh tersenggol oleh tas besarku. Pasti bekas oppaku yang pemalas. Dasar, sekarang pasti ada yang terbangun.
“Siapa itu?” gumam ibuku serak, khas suara orang baru bangun tidur. Kepalanya menyembul dari balik pintu kamarnya yang memang paling dekat dengan pintu masuk. Dia mengucek-ngucek matanya agar bisa melihat dengan jelas.
“Eh, ini aku, eomma!” jawabku gugup. Untung saat itu gelap, jadi aku bisa menyembunyikan tasku di bawah meja dengan kakiku. Bisa gawat kalau aku ketahuan bawa tas itu, pasti eomma curiga.
“Ohh,, Jihyuna,” gumamnya lagi, “bunyi apa tadi? Dan kenapa kau belum tidur jam segini?”
“Ahh, itu,, aku tiba-tiba terbangun karena haus,” ucapku mengarang-arang alasan, “saat aku mau minum, aku menyenggol kaleng soda oppa. Sudahlah, eomma tidur lagi saja. Aku juga akan tidur lagi.”
“Ung.” Eommaku pun kembali masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian, sudah terdengar dengkur halus dari kamar tersebut.
“Huft!” desahku lega.”Hampir saja,” gumamku sambil membuang kaleng sialan itu. Lalu aku mengambil tasku dari bawah meja dan berjalan pelan menuju kamarku. Begitu tubuhku menyentuh kasurku, aku pun langsung tertidur.

Aku menatap poster setinggi diriku dengan dahi mengkerut. Kapan dipasangnya? Perasaan kemarin malam belum ada. Isinya kurang lebih tentang audisi girl band baru. Dan siswi-siswi di sekolahku dianggap berpotensi oleh agensi ini.
Ah, biarlah! Tak ada hubungannya juga denganku.
“Jihun~!” panggil Yura, berlari sambil menggenggam beberapa helai kertas warna-warni ke arahku. Dia adalah salah satu temanku yang jago nge-dance. Tidak aneh jika badannya sangat bagus, pinggangnya langsing dan kakinya semampai layaknya model. Ditambah lagi dengan wajahnya yang cute dan sering tersenyum, jadilah ia idola para namja di sekolahku.
“Ada apa?” tanyaku muram. Entah mengapa, aku tidak bisa tidur semalam. Jadilah aku agak lesu hari ini.
“Ini!” serunya sambil menyerahkan salah satu kertas yang sedari tadi dipegangnya. Ternyata sebuah pamflet. Isinya kurang lebih sama dengan yang kubaca di poster tadi.
“Oh,” sahutku tidak tertarik sama sekali. “Terima kasih, ya.” Setelah bilang begitu, aku langsung pergi meninggalkannya.
“Hei, hei, hei,” sergah Yura sambil menahan lenganku. “’Oh’? Hanya itu tanggapanmu?” ujarnya tak percaya. Sudah sepagian ini dia membagikan pamflet ini ke seluruh sekolahnya, dan baru sekarang ia mendapati tanggapan yang kurang menyenangkan seperti ini.
“Memangnya mau apa lagi?” ucapku malas. Melihat Yura hanya diam saja (mungkin saking kagetnya), aku pun kembali meninggalkannya.

Bel pulang sekolah sudah bordering dari tadi, tapi aku masih saja berkeliaran di koridor sekolah. Sekolah sudah hampir kosong, paling hanya ada staf kebersihan dan segelintir murid yang belum pulang. Entah entah karena hukuman, piket, atau… entahlah, aku malas memikirkannya.
Kresek!
Kutatap selembar kertas yang tak sengaja kuinjak. “Hhhh, pamphlet ini lagi…” gumamku tanpa sadar. Pemfletku sendiri telah lama kubuang setelah kulihat sekilas. Harusnya aku juga melakukannya pada pamphlet ini, tapi alih-alih membuangnya, aku malah membersihkannya dan meratakannya hingga rapi. Aku menatapnya lama, dan aku merasakan gejolak aneh di dalam diriku. Perasaan yang sangat sering kurasakan.
Perasaan yang selalu menuntunku untuk menuju ruangan itu
Jihun POV end

Thursday, June 23, 2011

FF#4\ Harmonic Chords Love, ep.5


FF#4\ Harmonic Chords Love
Cast :   Jung Seung Ri a.k.a. Seungri
            Lee Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
            Henry Lau a.k.a. Henry
Author POV
“Hhhhh, dinginnya…” gumam Seungri sambil menggosok-gosokkan tangannya. “Kenapa aku bisa sampai lupa memakai sarung tanganku sih? hhh, hhh,…” gerutunya sambil terus menghangatkan tangannya dengan nafasnya. Ia memang paling tidak tahan hawa dingin. Karena itu ia benci musim dingin. Padahal masuk musim dingin saja belum, tapi ia sudah begini kedinginan.
“Ha, ha… hatchi!” akhirnya Seungri bersin. “Hhhh, sepertinya akan flu nih,” gumamnya pasrah. Ia paksa kakinya untuk berjalan lebih cepat. Rasanya seluruh tubuhnya serasa kaku. Kenapa ya? Biasanya ia tidak sampai seperti ini. Selemah-lemahnya ia terhadap suhu dingin, ia masih kuat menahan dinginnya angin musim gugur.
“Ha, ha, ha…. HUATCHIII!!” Seungri bersin sejadinya. Hidungnya yang mungil kini sangat merah karena flu. Ia langsung membersihkan hidungnya, tetapi…
“Ini.”
Eh? Sapu tangan? “Kau?” gumam Seungri bingung. “Kau namja yang waktu itu kan?”
Namja yang dimaksud hanya mengulum senyum. “Sudah, bersihkan dulu hidungmu,” ujar Jonghyun sambil mengulurkan sapu tangan miliknya.
Seungri pun segera membersihkan hidungnya. “Sedang apa kau disini?” tanya Seungri.
“Aku? hmmm, bisa dibilang… jalan-jalan,” jawab Jonghyun santai.
“Jalan-jalan?” ulang Seungri tak mengerti.
“Ya, jalan-jalan,” ucap Jonghyun sambil menutup matanya dan menghirup udara dalam-dalam, sepertinya ia sangat menikmati udara dingin ini. “Jalan-jalan di alam bebas adalah kegiatan menyenangkan bagiku. Apalagi menjelang musim dingin seperti ini,” lanjutnya.
Orang aneh, pikir Seungri. Jalan-jalan di alam bebas dengan udara sedingin ini dia bilang menyenangkan? Apanya yang menyenangkan? Kalau kedinginan sih, iya! “Kau sangat menyukai musim dingin ya?” ujarku.
“Ya, sangat. Kau?” tanyanya dengan gembira.
“Tidak,” jawabku cepat, dengan wajah cemberut pula. Bagaimana aku bisa menyukai musim dingin, jika aku selalu dibuat beku? pikir Seungri. Bahkan saat ini pun ia mulai merasakan buku-buku jarinya mulai kaku kedinginan. Ia pun segera mengepalkannya dan memasukkannya ke kantung jaketnya. Aish, aku lupa kalau hari ini aku pakai sweater!
Jonghyun yang tadinya ingin tertawa melihat wajah cemberut yeoja di depannya langsung terdiam melihat gelagat yeoja ini. Setelah berhenti bersin-bersin, kini ia terus saja mengepalkan dan menggosok-gosokkan telapak tangannya.
“Kau kedinginan ya?” ucap Jonghyun seraya meraih tangan Seungri. “Astaga, tanganmu dingin sekali. Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” serunya kaget. Refleks, ia genggam kedua tangan Seungri lalu ia hembuskan nafasnya di tangan itu. Seketika itu juga wajah Seungri langsung memerah akibat perlakuan Jonghyun. Ia malu sekali, sehingga hanya mampu menundukkan kepalanya.
“Apa masih dingin?” ucap Jonghyun. Kini ia menggosokkan kedua tangan Seungri dengan tangannya. “Hei, kenapa wajahmu?”
Ditanya langsung seperti itu membuat Seungri gelagapan karena malu. “Ah, ini… aku, pasti karena udara dingin ini,” ucapnya dengan senyum dipaksakan. Saat itu juga, Jonghyun langsung melepaskan trench coatnya dan memakaikannya pada Seungri.
“Hei, hei! Tidak usah!” tolak Seungri merasa tidak enak.
“Tidak apa-apa,” ucap Jonghyun sembari memasukkan tangan Seungri ke kantung jaketnya. “Hangat, kan?” ujarnya tanpa melepas tangan Seungri.
Cheeeesss! Seungri merasa wajahnya memanas. Ia sudah tidak sanggup berkata-kata lagi saking gugupnya. Ia pun menganggukan kepalanya. “Gomawo…” ucapnya pelan sekali.
“Jonghyun!” panggil seorang namja dari kejauhan. Ia melambaikan tangannya, mengisyaratkan agar Jonghyun segera menghampirinya.
“Ah, aku harus pergi,” gumam Jonghyun. Ia lalu beralih ke arah Seungri. “Lain kali jangan lupa pakai sarung tangan, arasseo?”
“Ne, arasseo.”
Author POV end

FF#2\ Life, Love, and Friendship in Seoul, ep.6

FF#2\ Life, Love, and Friendship in Seoul
Cast :     Han Eun Jung a.k.a. Eunjung
                Lee Tae Min a.k.a. Taemin
    Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
                Kim Ki Bum a.k.a. Key
                Lee Jin Ki a.k.a. Onew
                Choi Min Ho a.k.a. Minho

Present time …
“Eunjung!” seru Shinmi gusar.
“Ne! Wae?” sahutku kaget.
“Kenapa kau melamun? Aku kan sedang berbicara denganmu!” seru Shinim kesal.
“Oh, ne. Mian, Shinmi,” ucapku kemudian, “Memangnya tadi kau bicara apa?”
“Aish, kau ini… “ gumam Shinmi gusar. “Aku tadi bertanya…” Shinmi berhenti sebentar untuk menarik nafas. Aku punya perasaan tidak enak mengenai ini. “BAGAIMANA BISA KAU BERSAMA PARA MEMBER SHINEE?! Lengkap pula?! Tidak tahukah kau betapa irinya murid-murid yang lainnya padamu?”
Tuh, kan. Apa kataku, Shinmi pasti ngamuk-ngamuk. Duh, gimana ngomongnya ya?
TING, TONG! TING, TONG!
“Eh, sudah bel!” seruku melihat ada kesempatan untuk menghindari Shinmi. “Aku ke kelas dulu ya!” ucapku sambil melambaikan tangan padanya.
“Eeee? Eunjung, tunggu dulu! Kau tidak bisa pergi begitu saja!” seru Shinmi kesal.
Eunjung POV end
Author POV
“Kau masih tidak mau menceritakannya?” desak Shinmi tidak putus asa.
“Mau cerita apa lagi? Aku sudah menceritakan semuanya padamu,” ujar Eunjung datar. Apa Shinmi tidak bosan terus menanyainya dengan pertanyaan yang sama? Ia saja sudah bosan mendengarnya.
“Tapi…” ucap Shinmi tak puas, “masa’ kau tidak melakukan apapun setelah itu?”
Eunjung hampir tersedak minumannya karena mendengar pertanyaan konyol Shinmi. “Memangnya harusnya aku melakukan apa?”
“Apa saja,” jawab Shinmi cepat, “misalnya, berfoto dengan mereka, minta tanda tangan mereka, memeluk mereka, atau… apapun lah! Aku heran padamu, kenapa kau bisa setenang ini? Kalau aku jadi kau, aku pasti~”
“Sayangnya aku bukan kau, Shinmi,” sela Eunjung cepat. “Sudahlah, jangan bicarakan hal ini lagi. Aku bosan tahu.” Shinmi cemberut disela begitu. Tetapi walau bagaimanapun, ia diam mengikuti Eunjung.
“Oh, ya. Kau ikut field trip nanti, kan?” tanya Shinmi.
Dahi Eunjung berkerut. “Field trip apa?”
Kali ini giliran Shinmi yang bingung. “Kau tidak tahu?” tanyanya heran.
“Kalau aku tahu juga aku tidak akan bertanya padamu!” seru Eunjung kesal. “Sudahlah, cepat ceritakan. Memangnya sekolah kita akan mengadakan field trip? Kemana? Kapan? Dalam rangka apa? Kok tiba-tiba?”
“Aish, kau ini… bertanyalah satu-satu!” gerutu Shinmi. “Dengarkan…”
Author POV end
Eunjung POV
Bruk!
Kusandarkan tubuhku begitu saja di pagar pembatas hingga menimbulkan bunyi benturan yang cukup keras.  Meskipun pagar besi itu sangat keras dan lumayan panas, karena siang tadi matahari bersinar lumayan terik, aku tidak merasa sakit sama sekali. Mungkin karena sekarang aku sedang sangat kesal.
“Oh, ya. Kau ikut field trip nanti, kan?”
“Kau tidak tahu?”
Aku memejamkan mataku sejenak. Hhhhh, kenapa aku terus kepikiran hal itu? Bukankah aku sudah berjanji tidak akan memikirkannya lagi?
Pada awalnya, aku sama bersemangatnya seperti Shinmi mendengar kabar tentang field trip ini, tapi begitu aku ingat keuanganku yang sedang terpuruk, semangat itu langsung hilang tak berbekas. Apalagi beasiswaku ada kemungkinan akan dicabut, jadi aku tidak bisa memikirkan hal lain selain belajar.
 “Aish! Aku juga ingin ikut! Siapa pula yang tidak ingin ikut field trip itu?!” seru Eunjung marah-marah sendiri. “Eommaaaaa,, eottokae?”
“Ung~~~” terdengar suara orang menggeliat, persis seperti orang baru bangun tidur.
“Siapa itu?” ucap Eunjung cepat. Ia memandangi sekelilingnya yang dari tadi sepi sekali. Hmmm, tidak ada siapa-siapa. Tapi tadi apa yang kudengar?
“…berisik sekali, … mengganggu tidur siangku saja, …”
“Siapa itu?” ucap Eunjung lagi. Kini ia benar-benar takut. Ia yakin sekali tidak salah dengar, tapi tidak ada siapa-siapa. Tunggu, apa itu?
“Mwo?! Oppa?” pekik Eunjung kaget. “kenapa oppa ada disini?”
“Aish… berisik sekali,” gumam Onew sambil menahan kuap. “Tak bisakah kau berhenti berteriak? Aku jadi tidak bisa tidur tahu,” ucapnya sambil berjalan malas ke arah Eunjung. “Aku dari tadi sudah berada disini, kau saja yang tidak menyadarinya.”
“Oppa dari tadi tidur disitu?” ucap Eunjung kaget. “Tapi,untuk apa?”
“Untuk mengistirahatkan tubuhku tentu saja! Memangnya apa lagi?” ucap Onew agak kasar. Moodnya sedang benar-benar buruk sekarang, jadi ia malas beratamah-tamah.
“Bukan, maksudku.. kenapa Oppa tidur disini? Kenapa tidak di rumahmu? Ah, salah.. kenapa tidak di dorm kalian saja?” ralatku.
“Justru aku kesini karena malas berada di dorm,” jawabnya sambil mengucek-ngucek matanya. Kelihatannya ia masih setengah sadar. Kelihatannya ia ngantuk sekali.
“Memangnya disana kenapa?” tanyaku penasaran. Wah, kabar baru nih! Bahkan Shinmi yang paling update pun belum tahu hal ini. Apa yang akan ia lakukan ya, seandainya tahu aku ngobrol berdua dengan Onew oppa?
“Itu.. Kibum dan Minho, mereka membuat perayaan kedewasaan mereka,” jawab Onew dengan wajah masam. Kelihatan sekali kalau ia kesal. “Padahal sudah lewat seminggu, tapi karena jadwal kami yang sibuk jadi baru bisa dirayakan akhir-akhir ini. Hhhh, kupikir mereka sudah lupa, ternyata tidak. Jadilah dorm kami berisik dan berantakan. Mana bisa aku beristirahat dengan tenang?”
“Tapi, kenapa harus di sekolahku? Kenapa tidak di rumahmu saja? Pasti jauh lebih nyaman,” ujarku.
“Memang sih..,” gumamnya. “Tapi lokasinya terlalu jauh, padahal aku harus  tetap berada di Seoul. Hhhh, andai rumahku dekat…”
“Hahahahaha, sepertinya aku bisa sedikit mengerti perasaanmu, oppa,” ucapku sambil tersenyum. “Rumahku juga sangat jauh dari Seoul, jadi aku terpaksa tinggal sendiri disini.”
“Kau tinggal sendiri?” tanya Onew kaget. Ia sampai membelalakkan matanya  saat menatapku. Aku langsung menahan tawa saat melihat ekspresi polosnya yang lucu itu.
“Iya, memangnya kenapa?”
“Tapi kau ‘kan masih sekolah? Bagaimana dengan sekolahmu? Maksudku, kau bekerja?”
Aku benar-benar tertawa sekarang. “Astaga, oppa! Aku memang tinggal sendiri di Seoul, tapi bukan berarti aku sudah tidak punya orang tua. Orang tuaku tinggal di kampong halamanku, mengurus adik-adikku. Mereka masih mengirim uang tiap bulan padaku, kok!”
“Ohh,, kukira kau benar-benar sendirian,” gumam Onew malu. Ia lalu terdiam lama. Sangat lama malah, hingga kukira dia ketiduran.
Dan ternyata, ia memang tertidur. Dalam gerakan yang sangat lambat, Onew menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku sampai tersentak kaget karenanya. Aku harus menahan diriku untuk tidak bergerak terlalu banyak, atau Onew bisa jatuh. Aku pun menoleh ke arahnya dengan susah payah. Kulihat seorang namja polos dengan damainya sedang tertidur. Aku jadi tidak tega membangunkannya.
Kutarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ya sudahlah, biarkan saja di beristirahat sebentar.
Eunjung POV end