Saturday, March 5, 2011

SHINee - Replay (Noona Neomu Yeppeo)



HANGUL

누난 너무 예뻐서 남자들이 가만 안 둬
흔들리는 그녀의 맘 사실 알고 있어
그녀에게 사랑은 한순간의 느낌일 뿐
뭐라 해도 나에겐 삶의 everything
아마 그녀는 어린 내가 부담스러운가봐
날 바라보는 눈빛이 말해주잖아
and I think I’m gonna hate it girl
끝이 다가 오는 걸
가슴이 말해준다 누가 뭐래도
누난 너무 예뻐
(
그 그녀를 보는 나는) 미쳐
(
하 하지만 이젠 지쳐)
Replay Replay Replay
추억이 내 맘을 할퀴어

(
아 아파서 이젠 맘을) 고쳐
(
다 다가올 이별에 난)
Replay Replay Replay
누난 나의 M.V.P. 부러움에 뿌듯했지
늘 시선집중 그녀와 함께 있는 난 So cool
제발 이 손을 놓지 말자 던 나의 다짐은
어느 순간부터 거짓인걸 알아
아마 그녀는 착한 내가 별 재미없었나 봐
날 대하는 몸짓이 말하고 있잖아
and I think I’m gonna hate it girl
끝이 다가 오는 걸
가슴이 소리친다 이별 앞에서
누난 너무 예뻐
(
그 그녀를 보는 나는) 미쳐
(
하 하지만 이젠 지쳐)
Make up Shake up Break up
추억이 내 맘을 할퀴어

(
아 아파서 이젠 맘을) 고쳐
(
다 다가올 이별에 난)
Make up Shake up Break up
아 아 아름다운 그녀는 아 아 아직까지 누구와
진실 된 사랑의 맛을 본적이 없는 게 분명해
아 아 아쉽게도 그녀는 아 아 아직 어린 나에겐
진실 된 사랑의 마음을 받을 수 없는지
누난 너무 예뻐

(
그 그녀를 보는 나는) 미쳐
(
하 하지만 이젠 지쳐)
Replay Replay Replay
추억이 내 맘을 할퀴어

(
아 아파서 이젠 맘을) 고쳐
(
다 다가올 이별에 난)
Replay Replay Replay
누난 너무 예뻐
(
그 그녀를 보는 나는) 미쳐
(Uh
그녀와 나의 Love)미쳐 (하 하지만 이젠 지쳐)
(Uh I just go crazy ‘cuz)
Replay Replay Replay


(I I I love you girl)
추억이 내 맘을 할퀴어

(
아 아파서 이젠 맘을)
(Uh
마음이 아파서
)고쳐 ( 다 다가올 이별에 난
)
(Yo I wanna hold U girl)
Replay Replay Replay
(I I I love you)
누난 너무 예뻐 (I keep thinkin ’bout you)누난 예뻐(I keep dreaming ’bout you)진실된 사랑의 맛을 본 적이
누난 너무 예뻐 (I keep thinkin ’bout you)누난 예뻐 (I keep dreaming ’bout you)진실된 사랑의 마음을

ROMANIZATION

[JongHyun]
Noona neomu yeppeoseo
Namjadeuri gaman an dwo
Heundeulrineun geunyeoye mam
Sashil algo isseo

[Onew]
Geunyeoaegae sarangeun
Hansunganae neuggimil bbun
Mwora haedo naaegaen salmae everything

[All]
Ama geunyeoneun eorin naega budamseureoungabwa
[Key]
Nal baraboneun nunbichi malhaejujanha

[All]
And I think I'm gonna hate it girl
Ggutchi daga oneungeol
[JongHyun]
Gaseumi malhaejunda nugamworaedo

Chorus:

[All]
Noona neomu yeppeo
([TaeMin] geu geunyeoreul boneun naneun)Michyeo
([TaeMin] ha hajiman ijaen jichyeo)
Replay Replay Replay
Chueogi nae mameul halgwieo
([TaeMin] a apaseo ijaen mameul)Gochyeo
([TaeMin] da dagaol ibyeorae nan)
Replay Replay Replay

[Onew]
Nunan naye M.V.P
Bureoumae bbudeothaeji
[TaeMin]
Neul siseonjibjung geunyeowa hamkkae itneun nan So cool

[JongHyun]
Jaebal isoneul nohji malja deon
Naye dajimeun
[Onew]
Eoneu sunganbuteo
Geogishingeol ara

[ALL]
Ama geunyeoneun chaghan naega
Byeol jaemieobseonabwa
[Key]
Nal daehaneun momhishi malhago itjanha

[All]
And I think I'm gonna hate it girl
Ggeutchi daga oneun geol
[JongHyun]
Gaseumi sorichinda ibyeol apaeseo

[ALL]
Noona neomu yeppeo
([TaeMin] geu geunyeoreul boneun naneun)Michyeo
([TaeMin] ha hajiman ijaen jichyeo)
Make up Shake up Break up
Chueogi nae mameul halgwieo
([TaeMin] a apaseo ijaen mameul)Gochyeo
([TaeMin] da dagaol ibyeorae nan)
Make up Shake up Break up

[ALL]
A a areumdaun geunyeoneun
A a ajikggaji nuguwa
Jinshil duin sarangye maseul bonjeogi eobneun gae bonmyeonghae
A a aswibgaedo geunyeoneun
A a ajik eorin naaegaen
Jinshil duin sarangye maeumeul badeul su eobneunji

[ALL]
Noona neomu yeppeo
([TaeMin] geu geunyeoreul boneun naneun)Michyeo
([TaeMin] ha hajiman ijaen jichyeo)
Replay Replay Replay
Chueogi nae mameul halgwieo
([TaeMin] a apaseo ijaen mameul)Gochyeo
([TaeMin] da dagaol ibyeorae nan)
Replay Replay Replay

[ALL]
Nunan neomu yaeppo
([TaeMin] geu geunyeoreul boneun naneun)
Michyeo
([Minho] Uh geunyeowa naae Love)
([TaeMin] ha hajiman ijaen jichyeo)
Replay Replay Replay
Chueogi nae mameul halgwieo
([TaeMin] a apaseo ijaen mameul)
([Minho] Uh maeumi apaseo)Gochyeo
([TaeMin] da dagaol ibyeorae nan)
Replay Replay Replay

[ALL]
Noona neomu yeppeo (I keep thinkin 'bout you)
Noona neomu yeppeo (I keep dreaming 'bout you)

[Minho/Key]
Jinshilduin sarangye maseul bon jeogi

[ALL]
Noona neomu yeppeo (I keep thinkin 'bout you)
Noona neomu yeppeo (I keep dreaming 'bout you)

[Minho]
Jinshilduin sarangye maeumeul

TRANSLATION

Nuna you are so pretty
Boys wont leave you alone
Honestly, I know your shaking feelings
To you I know this love is one moment, one feeling
But no matter what it said,
This is my life my everything

Maybe you are worried about my young age
But look into my eyes, what is it telling you?
And I think Im gonna hate it girl
If the end comes
Your heart will tell you, regardless of what others says

Nuna you are so pretty
(Loo loo looking at you I go) Crazy
(but but now I am tired)
Replay, Replay, Replay
Memories swipe at my heart
(it hurts, when will my feelings be fixed)
The ever drawing day of good bye
Replay, Replay, Replay

Nuna you are my M.V.P
I know your nerves makes you a bit stiff
Me with you is so cool
Please, Dont let go of my hand
This promise I made to you
I know that it became a lie

Maybe to you, I am a little too boring, too kind
Your body is telling me
And I think Im gonna hate it girl
When the end comes
My heart is yelling in front of the good bye

Nuna you are so pretty
(Loo loo looking at you I go) Crazy
(but but now I am tired)
Make Up, Shake up, break up
Memories swipe at my heart
(it hurts, when will my feelings be fixed)
The ever drawing day of good bye
Make up, shake up, break up

Ah ah ah, beautiful you
Ah ah ah, I know has yet to find
With anyone a sincere love
Ah ah ah, Although its such a waste
Ah ah ah, I have given to you
At such a young age sincere love
Can you not accept ?

Nuna you are so pretty
(Loo loo looking at you I go) Crazy
(but but now I am tired)
Replay, Replay, Replay
Memories swipe at my heart
(it hurts, when will my feelings be fixed)
The ever drawing day of good bye
Replay, Replay, Replay

Nuna you are so pretty
(Loo loo looking at you I go) Crazy (Uh, Our Love)
(but but now I am tired)(Uh I just go crazy cause)
Replay, Replay, Replay(I.. I love you girl)
Memories swipe at my heart
Hurts so much (Uh, my heart hurts)
Fix It The ever drawing day of good bye(Yo I Wanna hold you girl)
Replay, Replay, Replay
(I.. I love you girl)
Nuna you are so pretty
(I keep thinking bout you)

Nuna so pretty
(I keep dreaming bout you)
Have you tasted sincere love?
Nuna you are so pretty
(I keep thinking bout you)
Nuna so pretty
(I keep dreaming bout you)
Have you seen sincere love?

download this song here
download this video here

Sunday, February 27, 2011

FF#2\ Life, Love, and Friendship in Seoul, Ep. 3



               FF#2\ Life, Love, and Friendship in Seoul, Ep. 3
Cast :     Han Eun Jung a.k.a. Eunjung
               Lee Tae Min a.k.a. Taemin
   Kim Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
               Kim Ki Bum a.k.a. Key
               Lee Jin Ki a.k.a. Onew
               Choi Min Ho a.k.a. Minho
Eunjung POV
“Huaah…!” kuapku entah untuk yang keberapa kalinya. Ternyata kebagian shift malam itu sama sekali tidak enak. Kelopak mataku rasanya berat sekali, dan setiap beberapa menit sekali, aku pasti menguap dengan lebarnya. Pekerjaan ini membosankan sekali. Kulirik jam tanganku. Hmm, hampir tengah malam. Siapa juga yang mau ke pom bensin pada jam segini?
“Annyeonghaseyo, bisa bantu kami sebentar?” ucap seseorang mengagetkanku. Aku pun segera bangkit dari dudukku dan menghampiri orang ini.
“Ah, ya, maaf. Mau isi berapa?” tanyaku sambil menyiapkan selang bensin.
“Ah, kami bukannya ingin mengisi bensin,” ucap pria setengah baya didepanku salah tingkah.
Dahiku berkerut. “Lalu? Apa yang bisa kubantu?”
“Ngg, mobil kami mogok, tetapi tidak satupun dari kami yang mengerti soal mobil. Aku tahu disini bukan bengkel, tapi adakah yang bisa membantu kami memberitahu dimana kerusakan mobil kami?”
“Ooh, tunggu sebentar,” kataku pada pria tadi. Heran, mobil mogok kok dibawa ke pom bensin? Kenapa mereka tidak memanggil mobil derek saja? “Hyunwoon!” panggilku pada salah satu temanku yang juga kebagian shift malam, ia memang ahli masalah mesin.
“Ada apa? Kenapa kau meninggalkan ahjussi itu?” tanya Hyunwoon bingung.
“Dia minta tolong untuk memperbaiki mobilnya yang mogok,” jelasku.
“Haaaah, dasar Eunjung! Kau ini terlalu baik atau bodoh sih? Disini itu pom bensin, bukan bengkel! Kenapa tidak kau tolak saja permintaannya?” seru Hyunwoon kesal.
“Sssstt! Pelan-pelan bodoh!” bisikku gemas. “Aku tahu ini bukan bengkel, tapi kasihan kan mereka tengah malam begini mogok di tengah jalan? Sudahlah, apa salahnya menolong orang?” kataku sambil mendorong Hyunwoon pelan. “Sana! Bantu mereka,”
“Huh! Kau ini!” gerutu Hyunwoon. Tetapi walau begitu ia tetap mengahmpiri ahjussi tadi dan membantunya. Kini mereka berdua sedang sibuk dibalik kap mobil. Sementara itu aku menggantikan Hyunwoon menjaga toko kelontong kecil kami.
Agak lama juga Hyunwoon membantu ahjussi itu. Membuatku sangat mengantuk di balik meja kasir. Aku pun menelungkupkan kepalaku pada kedua tanganku dan memperhatikan Hyunwoon dengan bosan. Mataku sudah tinggal segaris dan aku hampir saja tertidur jika namja itu tidak memanggilku.
“Annyeong! Aku ingin membayar semua ini. Berapa semuanya?” tanya namja di depanku dengan ceria. Ia membawa beberapa makanan ringan dan beberapa minuman dingin. Sepertinya ia teman ahjussi tadi. Tetapi usianya jauh lebih muda. Astaga, mengapa aku tidak meyadari saat ia masuk? Jangan-jangan aku tertidur tadi? Aish, Eunjung babo!
“Noona?” panggil namja itu lagi.
“Ah, maaf!” ucapku cepat sambil mulai menghitung belanjaan dia. Eunjung, Eunjung, makanya kalau kerja jangan melamun melulu!
“Semuanya seribu won,” ucapku sambil menyerahkan bungkusan terakhir pada namja tadi.
Namja tadi merogoh kantongnya dan mengeluarkan dompetnya. Aku memperhatikannya sejenak. Rasanya aku pernah melihat dia, tapi… dimana ya?
“Ini,” gumamnya saat menyerahkan uangnya. “Gomawo,” ucapnya sambil tersenyum cerah padaku.
Aku terpaku menatapnya. Senyumannya, seolah tertancap kuat di benakku, bahkan saat ia sudah meninggalkan toko. Aku terus memperhatikannya saat ia berjalan menuju mobil ahjussi tadi lalu mulai membagikan belanjaannya pada beberapa namja seusianya yang menunggu di sekitar mobil. Setelah itu ia menghampiri ahjussi tadi dan Hyunwoon yang sepertinya sudah hampir selesai membetulkan mobilnya. Tanpa sengaja, tatapan kami bertemu saat ia berpaling ke arahku. Ia tersenyum sekilas. Saat itu juga aku meyadari sesuatu.
“Itu! I-i-I itu… Taemin!” seruku bagai tersambar petir. “Babo Eunjung! Kenapa kau tidak meyadarinya?” gumamku kesal pada diriku sendiri. Aku segera keluar dari toko itu dengan terburu-buru. Kini aku mulai bisa mengenali namja yang mengelilinya. Itu pasti para member SHINee! Kini aku bisa melihat Key, dan sesosok pemuda tinggi. Pasti Minho.
Oh, oh, mereka sudah mulai memasuki mobilnya. Sepertinya mereka sudah mau pergi. Kumohon, jangan biarkan mereka pergi dulu! Aku pun mulai berlari ke arah mereka. Aku sempat melihat sekilas mereka karena jendela mobil mereka masih terbuka, tetapi tetap saja mereka sudah pergi duluan.
Aku menatap kepergian mobil mereka dengan lemas. Kenapa aku tidak menyadarinya lebih awal? Aku kan bisa berbicara dengan mereka? Atau setidaknya aku bisa meminta berfoto dengan mereka. Ini kan kesempatan yang sangat jarang terjadi, dan aku menyia-nyiakannya begitu saja. Kapan lagi sih, kita bisa bertemu idola kita sedekat tadi?
“Hei! Kenapa kau jadi lemas begitu?” seru Hyunwoon sambil menepuk bahuku keras.
“Dan kau? Kenapa malah jadi semangat begitu?” kataku balas bertanya.
“Kau tahu? ahjussi tadi ternyata sangat baik!Lihat, aku diberinya uang banyak sekali! Ayo, kutraktir makan! Kau tadi belum makan malam kan?”
“Tidak usah,” ucapku lesu. Kulirik jam tanganku. “Jam kerjaku sudah selesai, aku mau pulang saja.”
“Eh? Kau yakin?” tanya Hyunwoon.
“Iya, bye,” sahutku pelan.
Eunjung POV end

FF#4\ Harmonic Chords Love, Ep. 3

               FF#4\ Harmonic Chords Love
Cast :     Jung Seung Ri a.k.a. Seungri
               Lee Jong Hyun a.k.a. Jonghyun
               Henry Lau a.k.a. Henry

Author POV

“Eh?” gumam Seungri kaget. “Suara siapa itu?” gumamnya lagi. Kali ini ia bangun dari duduknya dan mulai mencari sumber suara. Ia terus berjalan menembus pepohonan lebat yang berada di sisi jalan. Makin lama suara itu makin terdengar jelas.

“I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can't I have you here just like it used to be

I don't know which way to choose
How can I find a way to go on?
I don't know if I can go on without you”

“Astaga…” gumam Seungri pelan. Matanya terbelalak melihat pemandangan di hadapannya. Seorang namja luar biasa tampan sedang duduk bersandar di sebatang pohon besar sambil bernyanyi dengan indahnya. Di tangannya tersampir gitar yang sedang ia mainkan dengan jari-jari lentiknya yang lincah. Suaranya yang merdu menyatu dengan dentingan senar gitar yang ia petik. Ia begitu menikmati apa yang sedang dilakukannya, sampai ia tidak menyadari Seungri yang berdiri terpaku tak jauh darinya.
Astaga, baru pertama kali dalam hidupku aku melihat namja sesempurna ini! Ia begitu tampan, ahli memainkan gitar, dan suaranya yang dapat membuatku meleleh! Siapa dia? pikir Seungri. Tanpa ia sadari, ia terus berdiri diam, tak bergerak sedikitpun dari tempatnya sambil terus memperhatikan namja di depannya.

“Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze?
No one ever sees, no one feels the pain
I she'd tears in the rain…”

            “Tears drop in the rain, tears drop in the rain, tears drop in the rain…”
ucap namja itu mengakhiri nyanyiannya, membuat Seungri terbangun dari lamunannya. Kini, ia bingung harus melakukan apa. Ia ingin segera pergi dari situ sebelum namja itu menyadari kehadirannya, tapi entah mengapa kakinya seolah tidak bisa digerakkan. Ayolah, kaki! Bergerak, bergerak, seru Seungri dalam hati.
Tetapi bahkan sebelum Seungri sempat membalikkan badannya, namja itu sudah melihatnya terlebih dahulu. Pandangannya sangat tajam dan sangat bertolak belakang dengan pandangan lembutnya saat ia bernyanyi tadi. Seungri jadi salah tingkah dipandangi sebegitu rupa.
“Eh, mmm… maaf, … a-aku, akan pergi,” ucap Seungri terbata. Ia memaksakan dirinya sendiri untuk tersenyum dan segera pergi dari situ.
“Tunggu!” seru namja tadi menghentikan gerakannya. “Kenapa kau bisa ada disini?” tanyanya.
Seungri terkesiap mendengar suaranya memanggilnya. Ia pun membalikkan badan. “Aku … ng, mneghindari teman sekelasku,” jawabnya sambil tersenyum kecut.
“Kenapa?” tanya namja itu lagi.
“Eh? Mmm, ada satu alasan yang membuat mereka mengejar-ngejarku,” ucap Seungri.
Namja itu tersenyum mendengar ucapan Seungri. “Aaaah, jadi banyak yang mengejar-ngejarmu ya?” ucapnya sambil memandang Seungri dengan senyuman aneh di wajahnya.
Seungri mengerutkan keningnya bingung. “Maksudmu?” tanyanya bingung. Tetapi begitu melihat pria itu tertawa kecil sesudah melihatnya, ia langsung mengerti. “Ah! Bukan itu maksudku! Mereka sama sekali tidak menyukaiku! Aduuh, kenapa jadi begini sih?” seru Seungri panik sementara tawa namja itu makin keras melihat kepanikannya.
“Kenapa kau jadi panik begitu?” tanyanya lagi. Tawanya sudah hilang dan kini berganti dengan senyuman.
“Aku hanya tak ingin orang lain salah paham!” sahut Seungri membela diri. Urgh, sebel! Kenapa sekarang aku merasa seperti sedang dipermainkan?
Lagi-lagi namja itu tertawa. Sepertinya ia senang sekali menertawai Seungri. “Oh, ok. Ceritakanlah kalau begitu,” ucapnya setelah ia berhenti tertawa. “Agar aku tak salah paham,” tambahnya.
“Uh!” gumam Seungri kesal. Tetapi walau begitu, Seungri tetap menceritakan menganai kejadian yang belakangan ini sering menimpanya. Dengan lancarnya ia bercerita pada namja yang berada di hadapannya. Namja itu benar-benar seorang pendengar yang baik. Ia sangat memperhatikan Seungri saat ia bercerita. Tak pernah sekalipun ia menyela. Membuat Seungri nyaman saat berada di dekatnya. Padahal mereka baru pertama kali bertemu.
“Ooh, begitu,” gumam namja itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Ekspresinya saat itu lucu sekali, Seungri hampir tidak kuat menahan tawa. Karena itu ia hanya tersenyum saja.
“Kenapa kau senyum-senyum?” tanya namja itu bingung.
Seungri menggeleng. “Tidak apa-apa,” jawabnya, masih tersenyum. Tetapi sedetik kemudian ia tertawa lagi begitu melihat ke arah namja itu. Tampaknya namja tadi benar-benar telah dibuat bingung olehnya. Dahinya berkerut-kerut sehingga membuat alis tebalnya meliuk-liuk lucu. Ia juga memonyongkan bibir mungilnya yang membuat tawa Seungri meledak. Ia langsung memalingkan wajahnya dan membekap mulutnya agar tawa kerasnya tidak terlalu membahana.
“Kau kenapa, sih?” tanya namja itu. Ia mulai terlihat kesal.
“Wajahmu… hmph,” kata Seungri tersendat-sendat menahan tawa, “LUCU! Bwahahahaha….”
Namja itu mendengus mendengar perkataan Seungri. Tiba-tiba ia berdiri tegak dan mulai berjalan meniggalkan tempat itu.
Author POV end